AdvertorialKominfo Kutai Timur

Citra Kutim di Era Digital Ditentukan Kreator, Dispar Dorong Narasi Baru tentang Identitas Daerah

Kutai Timur – Di tengah persaingan destinasi wisata yang semakin ketat, yang turut dipengaruhi oleh media sosial (medsos), Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh perhatian besar pada satu aktor penting yang kerap terlupakan, yakni kreator digital.

Bukan hanya sebagai pembuat konten, tetapi pembentuk identitas digital daerah.

Alih-alih memulai dengan slogan atau kampanye besar, Kepala Dispar Kutim, Nurullah, menegaskan bahwa citra daerah justru banyak dibentuk dari konten yang beredar setiap hari di media sosial.

Kreator, menurut Nurullah, mampu menampilkan sisi Kutim yang belum tentu terlihat dalam materi promosi resmi.

“Kami ingin narasi positif yang memperkuat citra Kutim sebagai daerah ramah wisatawan,” ujar Nurullah kepada awak media.

Ia menekankan bahwa konten kreatif dapat memperlihatkan karakter Kutai Timur “apa adanya”, namun dengan sudut pandang yang jauh lebih segar dan relevan bagi publik.

Menurutnya, identitas daerah tidak lagi hanya ditentukan oleh logo, tagline, atau brosur. Konten visual, mulai dari video pendek, foto, hingga cerita singkat, menjadi elemen paling berpengaruh dalam membangun persepsi publik.

Dengan konsistensi dan kualitas yang baik, Kutim bisa memiliki citra yang kuat dan bertahan lama. Sebaliknya, konten yang keliru dapat menimbulkan kesan negatif yang sulit diperbaiki.

Karena itu, ia mendorong kreator digital agar tidak hanya menyoroti panorama pantai, air terjun, atau hutan, tetapi juga sisi manusiawi Kutim, yaitu interaksi masyarakat, tradisi lokal, kegiatan budaya, hingga kehidupan sehari-hari. Unsur-unsur inilah yang akan membuat Kutim tampil lebih “hidup” di mata dunia luar.

“Konten kreatif dapat memperlihatkan siapa kita sebenarnya,” sambungnya.

Dirinya menyebut bahwa identitas digital Kutim idealnya dibangun secara kolektif. Pemerintah, kreator digital, pelaku wisata, komunitas seni, hingga masyarakat dapat saling melengkapi dalam menciptakan narasi yang kokoh.

Kolaborasi ini diperlukan agar Kutim memiliki positioning yang jelas sebagai destinasi yang ramah, berkarakter, dan kaya budaya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim sendiri berkomitmen membuka ruang bagi para kreator untuk berkarya.

Dispar menilai bahwa keberadaan sumber daya manusia kreatif adalah aset yang dapat mendorong Kutim memiliki identitas digital terpadu, identitas yang bukan sekadar visual, tetapi juga nilai dan kepribadian daerah.

“Semoga peran kreator dapat memperkaya identitas Kutim di kancah nasional,” tutupnya . (ADV)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *