Kutai Timur- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka stunting dengan memperkenalkan program Cap Jempol Stop Stunting, sebuah inisiatif terpadu yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan sektor usaha.
Program ini tidak hanya menjadi agenda peresmian, tetapi merupakan gerakan terpadu untuk membangun keluarga sehat serta mempersiapkan generasi Kutim yang lebih kuat.
Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa peluncuran program tersebut menggambarkan komitmen bersama antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pihak swasta dalam menangani stunting dari tingkat pencegahan hingga penanganan.
“Cap Jempol Stop Stunting ini bukan hanya acara seremonial, tapi kerja kolaborasi yang menyatukan pemerintah, masyarakat, dan perusahaan dalam satu tujuan yang sama: menurunkan angka stunting,” ujar Junaidi kepada tamu undangan.
Selama tiga hari penyelenggaraan, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 400 peserta secara luring dan 1.000 peserta secara daring. Mereka berasal dari berbagai unsur seperti Forkopimda, DPRD, BKKBN, organisasi profesi, serta dunia usaha seperti PT Kaltim Prima Coal (KPC), PT Pamapersada Nusantara (PAMA), dan PT Indominco Mandiri.
Semua peserta menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi program lintas sektor demi membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, DPPKB turut memperkenalkan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan bagi keluarga berisiko stunting yang disusun bersama tim ahli dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Samarinda.
Selain itu, turut digelar workshop dan deklarasi komitmen bersama untuk menyatukan langkah kerja seluruh pihak terkait.
“Sinergi adalah kata kunci. Semua pihak harus ikut karena keluarga berisiko itu ada di sekitar kita. Tidak ada satu pun lembaga yang bisa menuntaskan stunting sendirian,” tegasnya.
Melalui kolaborasi yang semakin terbangun, program ini diharapkan menjadi pendorong menuju terwujudnya Kutim Hebat dan Generasi Emas Indonesia 2045, dengan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia. (ADV)
![]()












