Kutai Timur – Percepatan pembangunan layanan internet pendidikan di Kabupaten Kutai Timur kini memasuki fase yang semakin menentukan setelah perubahan anggaran resmi disahkan dan seluruh perangkat penunjang mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pembelajaran digital dan menekan kesenjangan konektivitas antarwilayah, khususnya di daerah terpencil.
Sebelumnya, di tengah masyarakat sempat beredar anggapan bahwa program tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Namun, pemerintah daerah menegaskan bahwa keterlambatan di tahap awal bukan disebabkan oleh kelalaian teknis, melainkan karena proses penganggaran baru dapat diselesaikan pada tahap perubahan anggaran. Akibatnya, seluruh pekerjaan fisik dan teknis baru bisa dimulai setelah dasar pendanaan resmi tersedia.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kutai Timur, Ronny Bonar, menyampaikan bahwa saat ini pembangunan jaringan dan instalasi perangkat telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Progresnya sekarang sudah sekitar delapan puluh persen dan seluruh perangkat kami dorong untuk segera aktif,” sebut Ronny saat diwawancarai pada Selasa (18/11/2025).
Program ini tidak hanya difokuskan pada lingkungan sekolah, tetapi juga diperluas ke berbagai unit pelaksana teknis lainnya yang memiliki peran penting dalam pelayanan masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi perpustakaan, puskesmas, hingga pusat-pusat layanan masyarakat di tingkat kecamatan dan desa. Dengan demikian, manfaat jaringan internet diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh pelajar, tenaga pendidik, serta masyarakat umum.
Di wilayah-wilayah tertentu yang masih menghadapi kendala pasokan listrik, Diskominfo Kutai Timur menerapkan solusi inovatif berupa pemasangan panel surya. Langkah ini dilakukan agar perangkat jaringan tetap dapat beroperasi secara optimal tanpa bergantung sepenuhnya pada sumber listrik utama. “Di beberapa daerah yang listriknya terbatas kami pasang panel surya agar perangkat tetap berfungsi,” tandas Ronny.
Penguatan infrastruktur ini diyakini akan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik di Kutai Timur. Dengan konektivitas yang lebih stabil dan merata, sekolah-sekolah di daerah terpencil pun dapat mengakses sumber pembelajaran digital secara lebih setara.
Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang pemerintah daerah untuk memastikan seluruh wilayah Kutai Timur memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses informasi, pendidikan, dan layanan publik berbasis digital. (SH/ADV)
![]()












