Samarinda – Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud, menekankan bahwa pemanfaatan aset daerah menjadi kunci penting dalam memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah ketidakpastian anggaran dari pemerintah pusat.
Hasanuddin menilai banyak aset yang dimiliki pemerintah provinsi masih belum berfungsi optimal dan bisa dikelola untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Ia menegaskan, langkah ini menjadi sangat penting mengingat fluktuasi dana transfer dan pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) yang memengaruhi APBD.
“Pemerintah melihat ada aset yang bagus, kok nggak dimanfaatin? Mungkin Pak Gubernur melihat ini ada peluang untuk pendapatan, kan kita harus meningkatkan PAD sekarang,” ujarnya, Senin (17/11/2025).
Salah satu upaya konkret yang didorong DPRD adalah menyerahkan pengelolaan aset tertentu kepada BUMD, khususnya Perusda Mitratama Bersama Sejahtera (MBS), agar pengelolaannya lebih profesional dan memberikan kontribusi nyata pada PAD.
“Maka itu diberikan kepada Perusda, dalam hal ini MBS, untuk mengelola,” jelas Hasanuddin.
Selain itu, ia menekankan perlunya mekanisme seleksi terbuka untuk menentukan pengelola terbaik, terutama untuk aset yang terkait dengan jasa perhotelan. Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan Hotel Atlet di Jakarta yang kini lebih produktif setelah dikelola pihak ketiga.
“Harapannya sih kalau kami di DPR, ini diajakkan mini-kontes, kompetisi lah. Itu ada tuh Hotel Atlet, contoh di Jakarta. Itu dikelola oleh pihak ketiga dan sekarang lebih bagus,” paparnya.
Hasanuddin menegaskan bahwa pola kerja sama yang profesional dan transparan akan memastikan aset daerah tidak hanya terawat, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi yang signifikan. Menurutnya, ini merupakan salah satu strategi paling realistis untuk memperkuat PAD Kaltim di tengah tekanan fiskal nasional.
“Harapannya dengan pihak ketiga ini, kolaborasi strategis bisa mendorong pendapatan daerah tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Adv/DprdKaltim)
![]()












