Kutai Timur – Pertanian menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah, tidak hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Di Kutai Timur, pemerintah menempatkan program cetak sawah sebagai bagian penting dari strategi pembangunan jangka menengah.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan target pembangunan yang telah ditetapkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa program cetak sawah memiliki posisi strategis dalam perencanaan pembangunan daerah. Program ini menjadi salah satu dari 50 program unggulan daerah yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian.
“Program cetak sawah ini juga menjadi bagian dari target 50 program unggulan daerah, termasuk pembukaan lahan pertanian seluas 100.000 hektare dalam lima tahun,” ujarnya.
Dyah menambahkan, program cetak sawah tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga pada peningkatan intensitas dan produktivitas pertanian. Upaya ini melibatkan berbagai langkah, mulai dari pemetaan lahan yang tepat, penyediaan sarana produksi, hingga pendampingan teknis bagi petani. Dengan pendekatan ini, setiap lahan yang dibuka dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Dyah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk koordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan pihak swasta. Hal ini bertujuan memastikan program berjalan efektif, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan strategi yang terencana dan terukur, pemerintah Kutai Timur optimistis program cetak sawah dapat mendorong ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ekonomi lokal dalam jangka panjang. Program ini diharapkan menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan pertanian yang modern dan berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.(SH/ADV)
![]()












