Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah-langkah tegas pasca banjir besar yang melanda sebagian wilayah ibukota Kabupaten Kutai Timur.
Dalam wawancaranya, Sekretaris Dinas PU Kutim Joni Abdi Setia menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk mengatasi kemungkinan terulangnya kejadian serupa di masa depan.
“Kami mengambil langkah untuk memperbaiki sistem drainase perkotaan, yang diyakini sebagai salah satu penyebab banjir yang telah merendam ribuan wilayah pemukiman,” ungkapnya.
Dengan demikian, Joni menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memulai perbaikan drainase perkotaan melalui program Multi Years Contract (MYC).
“Salah satu proyek yang sudah dimulai adalah perbaikan drainase di Jalan Dayung – Sidodadi – Ilham Maulana – dan Singa Gembara, yang telah diresmikan oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman belum lama ini,” sebutnya.
Joni menginformasikan bahwa proyek perbaikan drainase ini telah dimulai tahun ini dan diresmikan oleh Bupati Kutim.
“Proyek perbaikan drainase ini akan terus berlanjut hingga tahun depan dan anggarannya berasal dari APBD Kutim untuk tahun 2023 dan 2024,” jelasnya.
Menurut Joni, total anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp 40 miliar di mana sebagian besar yaitu Rp 24 miliar akan dialokasikan pada tahun ini dan sisanya sebesar Rp 16 miliar akan dialokasikan pada tahun berikutnya.
Langkah-langkah ini mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat setempat, yang melihatnya sebagai tindakan positif pemerintah untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan wilayah mereka.ADV
![]()












