Sangatta – Madu kelulut sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, selain adanya kandungan antioksidan, pada madu kelulut juga dapat berfungsi sebagai anti-aging yang dapat membantu memperlambat proses penuaan serta mencegah terjadinya penuaan dini.
Pemerintah Kabupaten Kutim terus menggenjot budidaya madu kelulut lewat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim yang dituang dalam beberapa program kerja.
DTPHP Kutim melakukan budidaya madu kelulut di seluruh daerah Kabupaten Kutim di 18 Kecamatan.
Penggencaran budidaya madu kelulut termasuk pengadaan lebah kelulut membuahkan hasil, yang mana tiap bulannya mampu memanen sekitar 800 liter madu tiap bulannya.
“Hasil madu kelulut yang diperoleh setiap bulan sekarang 800 liter perbulan dan itu terjual habis,” kata Kepala Bidang Peternakan DTPHP Kutim Kurniawan.
Karena bernilai ekonomis, madu kelulut ini tak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga perlu dilakukan produksi tambahan madu kelulut lewat pemberdayaan masyarakat.
Disamping itu tempat budidaya madu kelulut di beberapa titik di Kabupaten Kutim menjadi tempat tujuan sasaran wisata seperti di Kecamatan Sangatta Selatan milik Kelompok Tani (Poktan) Trigona Reborn.
Poktan Trigona Reborn sudah melakukan pengembangan madu kelulut sejak 2019 silam, memanfaatkan luas lahan sekitar dua hektar dibawah rindang pohon karet dengan jumlah log (sarang) 150 dengan berukuran 30×40 sentimeter dan telah mendapat laba dari penjual madu kelulut.ADV
![]()












