Sangatta – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mencatat bahwa selama masa kepemimpinan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, telah berhasil menyerap sebanyak 42 ribu tenaga kerja.
Jumlah ini merupakan pencapaian terhadap janji politik dari pasangan Ardiansyah Sulaiman Kasmidi Bulang (ASKB) yang berkomitmen untuk menyerap 50 ribu tenaga kerja sebagai salah satu program mereka.
“Jumlah tenaga kerja yang telah terserap saat ini sudah mencapai 42 ribu orang, kemungkinan akan bertambah lebih banyak pada tahun 2024,” Ungkap Ardiansyah Sulaiman, Bupati Kutai Timur, dalam wawancara dengan awak media di Hotel Royal Viktoria.
Ia juga menyatakan bahwa ribuan tenaga kerja yang telah terserap berasal dari berbagai sektor, termasuk UMKM, perkantoran, PNS, dan PPPK, serta perusahaan secara keseluruhan yang dicatat secara makro. Ia menambahkan bahwa rekrutmen wartawan juga termasuk dalam kategori tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim, Sudirman Latif, mencatat bahwa pada tahun 2021, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 12.477 orang, dan mengalami peningkatan menjadi 13.177 orang pada tahun 2022.
Angka ini merujuk pada berbagai sektor pekerjaan di Kutai Timur, dengan data utamanya berasal dari perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Selain itu, ia juga memperoleh data dari Dinas Koperasi dan UKM mengenai pertumbuhan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah tersebut.
“Sementara itu, kami terus menjalin koordinasi dengan BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) terkait rekrutmen PPPK dan PNS. Jumlahnya cukup signifikan, mencapai lebih dari seribu orang. Inilah yang menjadi akumulasi dari keseluruhan rekrutmen yang telah dilakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sudirman juga menegaskan bahwa dengan melihat peningkatan serapan tenaga kerja setiap tahunnya yang terus meningkat, pihaknya memiliki optimisme yang lebih besar bahwa target 50 ribu tenaga kerja tidak akan memerlukan waktu sampai 5 tahun untuk tercapai.
“Saya yakin bahwa progresnya secara grafis dapat meningkat, sehingga mungkin tidak perlu menunggu hingga lima tahun, bahkan empat tahun pun sudah memungkinkan untuk menyerap 50 ribu tenaga kerja,” ujarnya.ADV
![]()












