DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Pertanyakan Anggaran dan Standar Keamanan Perbaikan Fender Jembatan Mahakam

Samarinda – Nilai proyek perbaikan fender atau dolphin penahan tiang Jembatan Mahakam menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur. Anggaran sebesar Rp27 miliar dianggap terlalu rendah dibandingkan kebutuhan teknis di lapangan, sementara keputusan untuk hanya membangun satu fender menimbulkan kekhawatiran terkait keselamatan jembatan.

 

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menegaskan bahwa anggaran yang ditetapkan tidak sepadan dengan ukuran dan kedalaman struktur fender yang diperlukan.

 

“Nilainya Rp27 miliar. Saya tanya kontraktor, apakah itu cukup? Kan ini fender besar, puluhan meter panjangnya, sampai ke dasar,” ujarnya Jumat (28/11/2025).

 

Hasanuddin juga menyoroti keputusan teknis yang hanya membangun satu fender dari dua yang idealnya dipasang. Ia menilai hal ini sangat berisiko karena ponton atau tongkang masih bisa menabrak tiang utama jembatan.

 

“Kalau cuma satu fender, ponton bisa lewat dan langsung menabrak. Kalau dua, kemungkinan tertahan lebih besar,” tegasnya.

 

Ia menekankan bahwa Jembatan Mahakam bukan sekadar jalur transportasi, tetapi fasilitas vital yang harus memenuhi standar keamanan maksimal. Hasanuddin mengingatkan pengalaman runtuhnya Jembatan Tenggarong 14 tahun lalu sebagai pelajaran penting.

 

“Ini soal keselamatan publik jangka panjang. Kalau tanggung jawabnya pusat, mereka harus memastikan proyek ini aman dan sesuai standar,” kata Hasanuddin.

 

Ketua DPRD Kaltim menegaskan pemerintah pusat perlu mengevaluasi kembali spesifikasi teknis, jumlah fender yang dibangun, serta kesesuaian anggaran. Perbaikan harus dilakukan secara tuntas, bukan sekadar formalitas administratif.

 

“Kalau salah perhitungan sejak awal, dampaknya bisa panjang dan berisiko. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari,” pungkasnya.(Adv/DprdKaltim)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *