DPRD Kaltim

DPRD Kaltim Soroti Ketimpangan Akses Belajar di Pedalaman, Hamas: Jangan Biarkan Anak Daerah Berjuang Sendiri

Samarinda – Di tengah dorongan digitalisasi pendidikan, sejumlah wilayah terpencil di Kalimantan Timur masih bergulat dengan persoalan mendasar: akses belajar yang tidak merata. Fakta bahwa masih banyak siswa bergantung pada sinyal lemah dan fasilitas sekolah seadanya memantik perhatian serius dari Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Masud.

 

Saat menghadiri kegiatan penguatan pendidikan daerah, Hamas menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan lagi isu sampingan, melainkan masalah utama yang perlu mendapatkan penanganan cepat. Ia menggambarkan kondisi di lapangan sebagai situasi yang memprihatinkan, terutama bagi siswa yang tinggal jauh dari pusat layanan pendidikan.

 

“Ketika anak-anak harus berjalan jauh hanya untuk mencari sinyal, itu artinya ada yang salah dalam sistem kita. Ini menyangkut hak mereka untuk belajar,” kata Hamas, Jumat (21/11/2025).

 

Menurutnya, pembelajaran jarak jauh yang diterapkan beberapa waktu terakhir justru membuka mata tentang ketimpangan infrastruktur pendidikan antara kota dan pedalaman. Tanpa perangkat, jaringan, dan sarana pendukung yang memadai, siswa-siswa di desa justru tertinggal semakin jauh.

 

“Pembelajaran jarak jauh itu baik, tapi hanya jika infrastrukturnya mendukung. Kalau tidak ada jaringan, tidak ada perangkat, bagaimana mereka bisa mengikuti pelajaran? Jangan biarkan mereka berjuang sendirian,” tambahnya.

 

Hamas menyerukan agar pemerintah mempercepat pembangunan dan pemerataan fasilitas pendidikan, termasuk penguatan jaringan internet dan perbaikan sarana sekolah. Ia menilai komitmen pembangunan tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan.

 

“Sering kita bicara mutu, tetapi mutu itu tidak mungkin tercapai kalau fondasinya saja timpang,” tegasnya.

 

Selain itu, ia menekankan perlunya kolaborasi antarinstansi dinas pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, hingga operator telekomunikasi agar strategi pembangunan tidak hanya berada di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dalam bentuk layanan nyata untuk masyarakat.

 

“Ini tanggung jawab bersama. Kami di DPRD akan terus mengawasi, tetapi eksekutif dan penyedia layanan juga harus menjalankan kewajibannya dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

 

Menutup penyampaiannya, Hamas mengingatkan bahwa memperbaiki akses pendidikan di pedalaman sama artinya dengan membangun masa depan Kalimantan Timur.

 

“Anak-anak di daerah terpencil memiliki mimpi yang sama besar dengan anak-anak di kota. Kita harus pastikan mereka tidak tertinggal hanya karena akses pendidikan yang belum merata,” tutupnya. (Adv/DprdKaltim)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *