Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, menjelaskan bahwa “Magic Land” tidak berarti tanah yang penuh keajaiban, melainkan merupakan julukan untuk Kabupaten Kutai Timur yang kaya akan berbagai keistimewaan.
Konsep “Negeri Ajaib” tersebut digagas oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, untuk mencerminkan keberagaman yang ada di kabupaten ini.
“Kutai Timur memang berbeda dari kabupaten/kota lainnya. Kami memiliki laut, sungai, daratan, danau, perkebunan, pertambangan, dan pertanian. Ini yang menjadikan Kutai Timur layak disebut ‘Negeri Ajaib’,” ungkap Mulyono.
Ia menambahkan bahwa selain potensi alam, warisan budaya di Kutai Timur juga sangat bervariasi dan menyeluruh.
Melalui gelaran Pentas Seni Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara, Mulyono menekankan pentingnya menggaungkan kecintaan terhadap budaya lokal dan nasional.
“Inilah yang perlu kita kembangkan dan lestarikan, terutama kebudayaan yang ada di Kabupaten Kutai Timur,” ucap Mulyono.
Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merayakan kekayaan budaya yang ada.ADV
![]()












