Sangatta – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Yan Ipui, menggarisbawahi pentingnya dialog intensif dalam menyelesaikan sengketa ketenagakerjaan yang sedang berlangsung di daerah tersebut.
Yan Ipui menjelaskan bahwa Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim telah aktif terlibat dalam mediasi antara karyawan dan manajemen sebuah perusahaan yang terlibat dalam sengketa.
“Meskipun Disnakertrans memberikan anjuran dan telaah hukum untuk memfasilitasi kesepakatan, manajemen perusahaan menunjukkan sikap keras dengan menolak rekomendasi yang diajukan, memperlambat proses negosiasi dan memperpanjang konflik,” jelasnya.
Keprihatinan Yan Ipui terhadap situasi ini mencerminkan perbedaan pandangan yang signifikan antara kedua belah pihak, terutama terkait interpretasi perjanjian kerja dan peraturan ketenagakerjaan.
Dia menekankan perlunya dialog lebih intensif dan keterbukaan dari kedua belah pihak untuk mencapai kesepahaman yang berkelanjutan.
Yan Ipui juga menyoroti peran penting Disnakertrans sebagai mediator yang aktif dalam memfasilitasi dialog antara karyawan dan manajemen perusahaan.
“Situasi ini telah menarik perhatian publik, terutama kalangan pekerja dan aktivis buruh di Kutim, yang menuntut solusi adil dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja,” tegasnya.
Dalam konteks ini, Yan Ipui mengingatkan pentingnya menjaga produktivitas perusahaan dan kesejahteraan karyawan agar tidak terpengaruh oleh konflik yang berlarut-larut.
“Kita berharap agar pihak perusahaan lebih terbuka untuk menerima rekomendasi yang diberikan oleh Disnakertrans guna menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan kondusif,” tutupnya.ADV
![]()












