Sangatta – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur (Kutim) akan membubarkan sekitar 600 koperasi yang tidak aktif dari total 1200 koperasi terdaftar. Sekretaris Diskop UKM Kutim, Akhmad Ashari, menyatakan langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi pembinaan dan fokus pada koperasi yang aktif berkontribusi pada perekonomian daerah.
“Kita sudah menyisir koperasi-koperasi yang memang tidak aktif. Mungkin akan dibubarkan sehingga mempermudah kita untuk membina. Penggunanya banyak tetapi tidak efektif,” jelas Ashari. “Koperasi yang aktif haruslah yang bergerak dan bekerja sama dengan mitra. Koperasi-koperasi yang tidak bermitra seperti hidup segan mati tak mau, tidak ada kegiatan. Oleh karena itu, lebih baik akan dibubarkan agar memudahkan kegiatan ke depan bagi koperasi yang aktif.”
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan koperasi di Kutai Timur. Dengan mengurangi jumlah koperasi yang tidak aktif, diharapkan sumber daya dan perhatian dapat lebih difokuskan pada pembinaan dan pengembangan koperasi yang benar-benar bergerak dan memberikan manfaat bagi anggotanya serta masyarakat sekitar.
Dalam hal ini, Dinas Koperasi dan UKM Kutim berkomitmen untuk terus mendukung koperasi-koperasi yang aktif dan memberikan bimbingan yang diperlukan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat mendorong semangat dan inovasi di kalangan pelaku koperasi untuk lebih aktif dalam berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah. (ADV)
![]()












