Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Kesehatan memperkuat program peningkatan gizi masyarakat dengan membagikan susu dan buah gratis kepada anak sekolah dan ibu hamil. Program ini rutin dijalankan di seluruh kecamatan dengan dukungan anggaran dari APBD Kutim.
Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan program ini bagian dari upaya menekan angka stunting di daerah.
“Kegiatan ini menyasar anak-anak dari PAUD hingga SMP, ibu hamil, serta anak dengan risiko gizi buruk. Khusus bagi yang berisiko tinggi, susu diberikan setiap hari,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).
Untuk anak sekolah, pembagian dilakukan bersamaan dengan kegiatan kesehatan di lapangan, seperti pemeriksaan kesehatan dan kegiatan sosial.
Bahan susu berasal dari pemasok dalam negeri, sementara buah diprioritaskan dari produk lokal sesuai ketersediaan.
“Kalau buahnya ada dari petani lokal, kita utamakan,” ujar Sumarno.
Pelaksanaan program melibatkan bidan dan tenaga kesehatan di puskesmas serta puskesmas pembantu. Setiap bulan digelar “kelas ibu hamil” untuk edukasi gizi dan kesehatan.
“Ibu-ibu juga diperiksa kesehatannya dan diberikan paket gizi sesuai kebutuhan. Bagi ibu hamil yang tidak memiliki BPJS atau kemampuan biaya, petugas membantu pengurusan administrasi dan pendampingan,” imbuhnya.
Masyarakat pun dilibatkan melalui program “desa siaga” dengan sistem gotong royong, membantu ibu hamil berisiko tinggi melalui jimpitan desa.
Menurut Sumarno, program ini terbukti efektif menekan kasus gizi buruk, dengan pemantauan hingga 90 hari untuk anak-anak yang tergolong berisiko.
“Semua dibantu supaya tidak ada yang tertinggal. Sinergi pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menekan angka stunting,” pungkasnya. (ADV)
![]()












