Kutai Timur – Akses jalan provinsi yang menghubungkan Sangatta–Bengalon kini terus dikerjakan untuk memperbaiki berbagai titik kerusakan akibat padatnya kendaraan angkutan berat tambang. Perbaikan ini sangat penting mengingat jalur tersebut merupakan nadi transportasi masyarakat dan aktivitas distribusi ekonomi di wilayah pesisir Kutai Timur (Kutim).
“Kalau dikatakan 100 persen baik sih belum, tapi sudah ada perbaikan,” ujar Camat Bengalon, Permana Lestari saat diwawancarai.
Jalan ini bukan hanya digunakan masyarakat untuk aktivitas harian, tetapi juga menjadi jalur perputaran industri dan logistik yang berdampak langsung pada perekonomian daerah. Kendaraan angkutan tambang yang hilir mudik setiap hari memang memberi tekanan besar pada daya tahan jalan, sehingga proses perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia menyebutkan bahwa kondisi jalan sering berubah mengikuti intensitas transportasi. Namun menurutnya, dinamika ini juga menandakan geliat ekonomi yang terus tumbuh di Bengalon.
“Kata Pak Gubernur Provinsi Kaltim, Rudy Mas’ud, kalau jalan rusak berarti banyak aktivitas ekonomi di situ,” tuturnya.
Pemerintah Daerah (Pemda) memandang bahwa upaya perbaikan jalan ini bukan sekadar peningkatan infrastruktur, tetapi bagian dari strategi besar mempercepat distribusi barang, akses ke fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat pusat ekonomi lokal seperti pasar rakyat Bengalon yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunan.
Selain untuk kepentingan domestik, perbaikan jalan Sangatta–Bengalon juga semakin mendorong kemajuan pariwisata pesisir. Akses yang lebih baik membuat wisatawan lebih mudah menjangkau berbagai destinasi unggulan seperti Pantai Sekerat, Muara Bengalon, hingga Tepian Langsat. Dengan meningkatnya kunjungan wisata, usaha mikro kecil dan mmenengah (UMKM) lokal dan pelaku usaha kuliner turut mendapat panggung lebih luas dalam mengembangkan usahanya.
Perbaikan akses ini juga membuka jalan bagi tumbuhnya berbagai peluang ekonomi baru, termasuk usaha logistik kecil, jasa transportasi lokal, hingga sektor properti yang mendapatkan dampak positif dari mobilitas yang semakin efisien.
Meski masih dilakukan secara bertahap, masyarakat Bengalon optimistis perbaikan jalan yang terus berlangsung akan menciptakan konektivitas yang lebih aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Akses transportasi yang baik adalah modal besar untuk mempercepat pemerataan pembangunan hingga pelosok desa.
Dengan dukungan pemerintah provinsi dan kolaborasi lintas sektor, Bengalon semakin siap menatap masa depan sebagai wilayah pesisir yang maju, terhubung, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kutim. (ADV/TS)
![]()












