Sangatta – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni dari PPP, mengkritik kurangnya sosialisasi tentang program beasiswa di kawasan pedalaman.
Ia menyoroti pentingnya upaya intensif untuk memastikan bahwa siswa-siswa di daerah terpencil mendapatkan akses informasi yang sama terkait beasiswa.
Politisi PPP tersebut menegaskan bahwa sosialisasi tentang beasiswa harus dilakukan secara lebih rutin agar mencapai seluruh lapisan masyarakat.
“Sosialisasinya harusnya dilakukan lebih rutin, karena yang di pedalaman tidak akan mengetahui bahwa ada beasiswa jika sosialisasi tidak rutin dilaksanakan. Kecuali mereka yang ada di pedalaman membaca di media sosial, maka mereka tidak akan tahu mengenai beasiswa tersebut, apalagi jika mereka tidak ada akses internet,” ujar Joni.
Joni juga menyoroti perlunya peningkatan jumlah penerima beasiswa pada tahun-tahun mendatang.
Ia berharap dengan meningkatkan jumlah penerima, beban biaya pendidikan bisa diredam, sehingga siswa dapat lebih fokus dalam belajar.
“Kita juga berharap tahun depan bisa ditambah lagi penerimanya, sehingga mereka tidak pusing lagi mengenai biaya pendidikan dan bisa fokus dalam belajar,” jelasnya.
Menurut Joni, pendidikan memiliki peran kunci dalam kemajuan Kutai Timur, dan perhatian terhadap generasi muda merupakan hal yang sangat penting.
“DPRD Kutim akan berupaya meningkatkan alokasi anggaran untuk program beasiswa jika memungkinkan. Kita bersyukur kalau bisa kita tambah lagi kalau anggaran kita memenuhi,” katanya.
Selain itu, Joni menekankan pentingnya kerjasama yang baik antara DPRD dan Dinas Pendidikan untuk memastikan program beasiswa berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Dengan sosialisasi yang lebih intensif dan peningkatan jumlah penerima beasiswa, Joni berharap pendidikan di Kutai Timur bisa lebih maju dan merata, terutama di daerah pedalaman yang selama ini kurang terjangkau,” imbuhnya.ADV
![]()












