Adv

Empat Pelatihan Program Pendidikan dan Kecakapan Wirausaha Sukses Digelar Disdik Kutim

SANGATTA – Empat pelatihan Program Pendidikan dan Kecakapan wirausaha garapan Disdikbud Kutim telab berakhir Jum’at ( 31/5/2024) dan sukses digelar. Penutupan tersebut di berlangsung di aula kantor Sekolah pendidikan non formal (SPNF) Sanggar kegiatan belajar (SKB) dan ditutup Plt Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kutim Heri Purwanto mewakil Kadisdikbud Kutim didampingi Ketua DPD forum pengelolaan lembaga kursus dan pelatihan Rifyanto Bakrie serta inisiator Cap Jempol Achmad Junaidi B.

Dikatakan Heri Purwanto, ada beberapa pelatihan yang sudah selesai, karena kurikulumnya hanya untuk tiga hari. Yakni pelatihan pastry and bakery, ecoprint, membatik dasar dan digital marketing. Sementara itu untuk pelatihan musik berakhir Sabtu (31/5/2024) karena harus diuji tes dan evaluasi.

“Kemudian untuk pelatihan yang berlangsung di lapas kelas 2 Bontang, sebenarnya penutupnya hari Selasa (2/6/2024). Tetapi mereka disana minta waktunya ditambahkan dan kalau bisa jadi berkelanjutan. Jadi keputusannya diperbolehkan untuk melanjutkan pelatihan-pelatihan yang dihelat di lapas Bontang tersebut,” tuturnya.

Untuk pelatihan menjahit resminya ditutup Selasa (2/6/2024), akan tetapi praktiknya bakal terus berkelanjutan. Ia menerangkan ada informasi dari lapas kelas 2 Bontang terkait tindak lanjut pelayanan untuk warga Kutim. Maka dari itu rencananya, Senin (3/6/2024), dia segera mengunjungi lapas Bontang.

“Jadi apa saja masalahnya, apa saja persoalan yang harus ditindak lanjuti. Termasuk paket ijasah A, B dan C, mungkin kurang sosialisasi. Jadi bisa kita lakukan hal-hal yang dibutuhkan warga lapas. Terus apabila mereka juga membutuhkan buku-buku bacaan, maka buku-buku yang ada di kantor bisa didistribusikan ke sana. Kemudian ada informasi terkait komunikasi yang tersumbat dengan pihak PT Indominco, insyaallah bisa kita bantu,”urainya.

Ia menegaskan kedepannya semua pelatihan yang ada bakal dilanjutkan. Bahkan dari para perserta juga berharap untuk terus ada pelatihan-pelatihan seperti ini.

“Untuk pelatihan batik mendasar ada lanjutannya. Kemudian digital marketing dievakuasi kembali. Pastry and bakery hanya pelatihan dasar jadi dievaluasi pasti dilanjutkan ke jenjang berikutnya. Apalagi masing-masing kelompok pelatihan mendapatkan satu paket alat. Jadi harus dievaluasi,” tegas pria berkacamata itu.

Untuk yang sudah mengikuti pelatihan pastry and bakery harus bisa produksi, kemudian ditahun depan dilanjutkan pelatihan digital marketingnya. Supaya produk-produk mereka bisa dipasarkan lebih luas melalui media sosial.

“Penutupan resmi semua pelatihan yang digelar adalah Selasa (2/6/2024), tetapi setelah ditutup para peserta di lapas Bontang tetap berlanjut melakukan pelatihan menjahit. Karena pihak lapas meminta tambahan 10 hari pelatihan. Tentu itu hal tersebut tidak masalah, alat-alat mereka disana juga sudah lengkap,” tutupnya.(Adv/Wyh)

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *