Samarinda – Kerusakan fender atau dolphin pada salah satu jembatan strategis di Kalimantan Timur memicu kekhawatiran terkait keselamatan publik. Struktur pengaman yang hilang membuat jembatan rawan benturan ponton atau tongkang, padahal sejumlah insiden serupa telah terjadi sebelumnya di lokasi tersebut.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud alias Hamas, menekankan bahwa kondisi ini merupakan ancaman serius yang memerlukan tindakan cepat. Ia menilai pihak berwenang lambat menindaklanjuti kerusakan yang sudah berlangsung lama.
“Fender sudah rusak sejak lama, tapi hingga kini belum diperbaiki. Tanpa pengaman, risiko tabrakan sangat tinggi,” ujar Hamas, Jumat (28/11/2025).
Hamas menambahkan, jembatan yang dilewati kapal besar dengan muatan berat ini membutuhkan fender sebagai perlindungan vital. Tanpa pengaman, benturan sekecil apa pun berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada struktur jembatan.
“Ini masalah keselamatan, arus pelayaran padat, dan tanpa fender, dampaknya bisa fatal,” tegasnya.
Menurutnya, lambatnya respons menunjukkan lemahnya koordinasi dan minimnya prioritas terhadap keselamatan infrastruktur. DPRD menilai perbaikan fender seharusnya menjadi langkah mendesak yang tidak bisa ditunda.
“Kami sudah berkali-kali meminta agar perbaikan diprioritaskan. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” katanya.
Hasanuddin menegaskan, DPRD akan terus mengawasi perkembangan kasus ini dan mendesak BPJN selaku pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan. Ia menekankan, kejelasan langkah teknis penting agar risiko keselamatan tidak berlarut menjadi bahaya nyata.
“Keselamatan masyarakat harus jadi fokus utama. Kelalaian administrasi tidak boleh membahayakan orang banyak,” pungkas Hasanuddin.(Adv/DprdKaltim)
![]()












