Kutai Timur —Sekretaris Komisi C DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Fraksi GAP, Kristian Hasmadi, menekankan urgensi peningkatan kualitas jalan antar-desa di Kecamatan Wahau dan sekitarnya.
Ia menilai infrastruktur ini merupakan “urat nadi” perekonomian masyarakat pedalaman yang sangat rentan terputus saat musim hujan.
Kristian, mantan Kepala Desa Nehes Liah Bing selama dua periode dan tokoh adat Suku Dayak Wehea, menyebut beberapa ruas krusial yang kondisinya memprihatinkan, antara lain Ja’ Luay – Long Wehea, Long Wehea – Nehes Liah Bing, Benhes – Diak Lay, dan Diak Lay – Debeq – Wahau. Ia meminta pembangunan dilakukan dengan kualitas standar memadai, bukan setengah hati.
Politisi PDIP ini juga menyoroti kualitas proyek semenisasi yang sudah ada. Banyak ruas jalan yang baru selesai dibangun sudah mengalami kerusakan dalam waktu singkat, yang menurutnya mencerminkan lemahnya pengawasan teknis pelaksanaan proyek.
“Baru sebentar sudah hancur lagi. Pembangunan harus kokoh, tahan lama, sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat bertahun-tahun, bukan hitungan bulan,” tegas Kristian (14/11/2025).
Kristian meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan kontraktor memastikan standar teknis pengerjaan dipatuhi.
Ia menegaskan, proyek jalan antar-desa harus masuk dalam rencana kerja pemerintah (Renja) dengan output berkualitas.
Sebagai wakil rakyat Dapil IV, fokus Kristian adalah memastikan agenda pembangunan jalan menjadi prioritas, bukan sekadar memenuhi permintaan tambahan fasilitas yang tidak mendesak.
“Akses jalan yang layak adalah kebutuhan primer masyarakat pedalaman,” jelasnya.
Kristian menilai pemerataan pembangunan dan ketegasan terhadap kualitas proyek menjadi kunci kemajuan desa-desa di Kutai Timur.
“Jalan yang buruk tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengganggu distribusi ekonomi dan layanan publik,” ungkapnya.
Pengalaman pribadinya memimpin desa membuat Kristian memahami pentingnya memastikan perbaikan jalan benar-benar terlaksana dengan standar yang tepat.
Ia mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran dan pengawasan yang memadai agar pembangunan tidak sia-sia.
Dengan dukungan legislatif yang konsisten dan perhatian terhadap kualitas, Kristian berharap perbaikan jalan antar-desa di Wahau dapat meningkatkan konektivitas, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.ADV
![]()












