Kutai Timur – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menekankan pentingnya peran serta generasi muda dalam sektor pertanian sebagai salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di daerah. Ia mengingatkan bahwa minat masyarakat, terutama kalangan muda, terhadap dunia pertanian saat ini mengalami penurunan yang signifikan, sehingga perlu menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.
“Anak-anak muda harus terjun ke dunia pertanian. Saat ini keinginan masyarakat untuk menanam padi mulai hilang. Ini menjadi perhatian serius kami,” ujar Jimmi pada Kamis (13/11/2025).
Menurut Jimmi, fenomena kenaikan harga beras dalam beberapa waktu terakhir menjadi alarm bagi pemerintah dan legislatif untuk lebih fokus pada penguatan produksi pangan lokal. Ia menilai Kutai Timur masih terlalu bergantung pada pasokan beras dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Jawa, sehingga sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan ketersediaan stok.
“Saat ini kita masih terlalu bergantung pada pasokan beras dari Sulawesi dan Jawa. Kalau terus seperti ini, kita akan kesulitan menekan harga dan memenuhi kebutuhan sendiri,” jelasnya.
Dalam menanggapi persoalan tersebut, DPRD Kutim berkomitmen untuk mendorong berbagai program dan kebijakan yang dapat menarik minat generasi muda agar kembali menekuni bidang pertanian. Pendekatan ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga tentang menciptakan sistem pertanian yang modern, inovatif, dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci utama agar sektor ini kembali diminati oleh generasi muda.
Jimmi menekankan pentingnya membangun persepsi bahwa pertanian bukanlah pekerjaan kuno atau tidak menjanjikan. Dengan menghadirkan peluang usaha yang menguntungkan di sektor ini, generasi muda diharapkan dapat melihat pertanian sebagai profesi yang menjanjikan dan strategis.
“Kalau anak muda mulai melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan, bukan pekerjaan yang ketinggalan zaman, maka kita bisa berharap masa depan pangan Kutim akan lebih mandiri,” simpulnya.
Langkah ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan memastikan bahwa Kutai Timur dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada daerah lain.ADV
![]()












