Kutai Timur – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim) dari Komisi C Dapil 2, Novel Tyty Paembonan, menegaskan pembangunan Pelabuhan Kenyamukan harus segera diselesaikan untuk mendongkrak ekonomi daerah.
Ia menyebut sisi laut pelabuhan masih belum rampung sepenuhnya dan membutuhkan waktu serta anggaran tambahan.
“Penyelesaian sisi laut memang masih memerlukan waktu dan dana. Pemerintah berencana menggunakan skema multi-years agar proyek tuntas dalam dua hingga tiga tahun ke depan,” ujar Novel.
Novel menekankan pelabuhan ini vital bagi aktivitas logistik dan ekspor komoditas Kutim, terutama dari sektor perkebunan dan pertambangan.
“Kalau pelabuhan sudah berfungsi penuh, distribusi barang lebih efisien, biaya logistik turun, dan peluang investasi meningkat,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelabuhan segera dioperasikan. DPRD Kutim siap mendukung melalui kebijakan dan pengawasan anggaran.
“Proyek strategis seperti ini tidak boleh lambat karena masalah teknis. Sinergi antarinstansi harus diperkuat,” tegas Novel.
Menurutnya, Pelabuhan Kenyamukan menjadi penopang utama kawasan industri pesisir Kutim, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy yang saat ini tengah digarap.
“Pelabuhan dan KEK Maloy saling terkait. Jika satu mandek, yang lain ikut terlambat,” ujarnya.
DPRD Kutim mendorong percepatan penyelesaian proyek agar potensi ekonomi daerah dari sektor industri dan ekspor dapat segera dimaksimalkan.ADV
![]()












