Kutai Timur – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengungkapkan signifikansi dari kegiatan melukis massal yang digelar di Folder Ilham Maulana, Sangatta, pada Selasa (29/10/2024). Acara ini tidak hanya bertujuan untuk memecahkan rekor Nuri, tetapi juga untuk menumbuhkan rasa cinta dan kesadaran pelajar terhadap warisan budaya lokal, khususnya batik Wakaroros, yang merupakan batik khas Kutai Timur.
Dalam kegiatan yang melibatkan siswa dari 32 sekolah tingkat SMP dan SMA di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Mulyono menjelaskan bahwa para peserta akan diberikan kuis mengenai pengenalan batik Wakaroros.
“Kami juga menyelenggarakan kuis tentang sejarah batik Wakaroros untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian anak-anak terhadap pelestarian batik lokal,” jelas Mulyono. Ia berharap, melalui acara ini, generasi muda tidak hanya mengenal batik Wakaroros, tetapi juga lebih menghargai dan menjaga kebudayaan lokal.
Batik Wakaroros, yang telah terkenal dan dipamerkan di berbagai acara nasional dan internasional, menjadi simbol kebanggaan daerah. Mulyono berharap bahwa kegiatan ini bisa menjadi titik awal untuk lebih mengenalkan dan mencintai budaya Kutai Timur di kalangan generasi muda.
“Semoga acara ini dapat mendorong kemajuan bagi dunia pendidikan serta pelestarian budaya di Kutai Timur,” tutup Mulyono.ADV
![]()












