Sangatta – Menjelang Rapat Paripurna Ke-11 DPRD Kabupaten Kutai Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten (Sekkab) Kutai Timur, Zubair, memberikan penjelasan rinci terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan rencana investasi daerah pada APBD Tahun Anggaran 2023/2024.
Zubair menjelaskan bahwa peningkatan PAD pada tahun mendatang akan berasal dari sektor pajak dan retribusi, namun, ia menyampaikan bahwa rapat lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi sub-sektor mana yang memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan tersebut. “Kenaikan masih optimis, dan kami menunggu hasil produksi semen di Bengalon yang belum masuk dalam perhitungan,” kata Zubair dengan penuh antisipasi.
Dalam konteks investasi, Zubair membahas kemungkinan adanya sharing investasi dan penanaman modal dari pemerintah. “Pemerintah telah menanam modal dalam investasi. Tahun depan, kami akan mengecek kenaikan, apakah itu dari dividen atau bagi hasil,” tambahnya.
Zubair juga meminta kepada seluruh perangkat daerah di Kabupaten Kutai Timur untuk bersinergi dan berkoordinasi dengan baik. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. “Kami berharap agar ke depan terdapat kebaikan-kebaikan baru yang signifikan di Kutai Timur, dan itu hanya dapat dicapai melalui kerja sama yang solid,” ujar Zubair, menegaskan semangat kolaboratif.
Dengan penuh optimisme, Kabupaten Kutai Timur menatap masa depan dengan keyakinan bahwa rencana investasi dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah ini akan membawa manfaat yang signifikan bagi seluruh masyarakat dan memperkuat posisi daerah dalam peta ekonomi nasional.ADV
![]()












