AdvetorialKominfo Kutai Timur

Peningkatan Keamanan di Kutai Timur: Peran Aktif Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menunjukkan komitmen seriusnya untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi warganya, terutama bagi perempuan dan anak-anak. Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap tingginya kasus kekerasan dan pelecehan yang sering menimpa kelompok rentan ini.

DR. M. Mega Pujiyanti, SE, M.SI, Kepala Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pemberdayaan Perempuan, menyoroti fakta bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak seringkali dilakukan oleh orang-orang dari lingkungan terdekat, seperti kerabat, tetangga, bahkan di lingkungan sekolah. Dalam sebuah wawancara, Mega Pujiyanti menggambarkan situasi yang dapat memicu tindakan kekerasan.

“Kekerasan ini cenderung terjadi oleh orang-orang terdekat. Mungkin ada situasi di mana seseorang melihat kesempatan untuk melancarkan kejahatan ketika melihat kondisi rumah sepi atau anak-anak tidak diawasi secara ketat. Kadang-kadang, kekerasan terjadi tanpa terduga karena pelaku melihat kesempatan,” ungkapnya.

Mega Pujiyanti juga menyebutkan beberapa faktor yang mendukung munculnya niat pelaku kejahatan, seperti gadget, media sosial, lingkungan, dan situasi rumah atau kantor yang sepi. Ia menekankan bahwa di lingkungan sekolah, tidak semua guru mampu mengawasi setiap siswa dengan cermat, dan pelecehan pun dapat terjadi di antara sesama teman.

“Kita harus memahami ancaman yang ada dan bersama-sama berperan aktif dalam mencegah kekerasan dan pelecehan. Penting untuk berkomunikasi dengan benar tentang risiko yang mungkin dihadapi, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang terdekat,” tegas Mega Pujiyanti.

Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi bahaya tersebut, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih aman dan terhindar dari kekerasan, sehingga perempuan dan anak-anak dapat hidup dengan sejahtera dan tanpa rasa takut.ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *