Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengangkat potensi luar biasa yang dimiliki oleh daerahnya, khususnya dalam sektor kelautan yang memiliki garis pantai mencapai 500 kilometer. Dalam upayanya memaksimalkan potensi tersebut, Bupati Sulaiman menyebutkan bahwa Kutai Timur memiliki beragam potensi kelautan yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
“Sumber daya laut di sini sangat beragam, termasuk jenis biota laut yang beragam. Namun, tantangan juga ada, dengan kehadiran biota laut yang ganas, seperti buaya, menjadi salah satu aspek keberagaman ekosistem di wilayah ini,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Menunjukkan komitmennya untuk mengembangkan Kutai Timur, Bupati Sulaiman merinci rencana pembangunan selama dua dekade mendatang yang lebih berfokus pada sektor agribisnis, agroindustri, dan kelautan di wilayah Maloy. Saat ini, persiapan mencapai 40% untuk membangun berbagai fasilitas industri, termasuk industri perikanan dan kelautan.
“Dengan desain agro bisnis, agri bisnis, dan agro industri di Maloy, saya memberikan semangat agar 20 tahun ke depan kita bisa memajukan Kutim,” tambahnya.
Harapannya adalah Kutai Timur akan menjadi pusat ekonomi maritim yang berkelanjutan, menciptakan peluang kerja dan membuka peluang bagi nelayan setempat untuk menjadi bagian dari perubahan ini. Dengan sumber daya alam yang melimpah, Kutai Timur terus berusaha mengoptimalkan potensi luar biasa ini dan mengembangkan ekonomi yang beragam dan berkelanjutan.
Bupati Sulaiman menegaskan, “Kita ingin memberdayakan potensi maritim ini sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat lokal dan sekaligus menjadikan Kutai Timur sebagai contoh pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.” Dengan visi yang kuat dan dukungan penuh dari masyarakat, Kutai Timur menatap masa depan sebagai destinasi maritim yang berkembang dan berkelanjutan.ADV
![]()












