Sangatta – Dalam era reformasi yang tengah berlangsung, terdapat sejumlah peluang baru bagi perempuan untuk terlibat aktif dalam dunia politik. Hal ini ditandai dengan adanya sejumlah regulasi yang menetapkan keterlibatan mereka pada berbagai tingkatan pemerintahan.
Sulastin, yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dengan tegas menekankan signifikansi partisipasi perempuan dalam kehidupan politik, mengingat jumlah perempuan yang jauh lebih besar.
Sulastin menekankan bahwa partisipasi perempuan harus ditingkatkan agar pengambilan keputusan politik lebih inklusif dan berdampak. Dalam sambutannya ketika Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan beberapa waktu lalu, ia menyatakan bahwa peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan dapat membantu mencegah diskriminasi di tengah masyarakat.
“Saat ini, tingkat partisipasi perempuan dalam dunia politik masih berada di bawah 30 persen,” ungkap Sulastin.
Ia menyoroti perlunya peningkatan angka ini guna memastikan bahwa proses pengambilan keputusan politik menjadi lebih inklusif dan memiliki dampak substansial.
Peran perempuan dalam proses pengambilan keputusan politik juga dianggap krusial untuk menghindari terjadinya diskriminasi yang sering kali mewarnai aspek kehidupan di masyarakat, lingkungan kerja, ranah hukum, dan dalam lingkup keluarga.
Sulastin menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum yang sangat penting dalam usaha meningkatkan mutu dan mendorong keterwakilan perempuan dalam arena politik. Terutama, hal ini terjadi dalam konteks demokrasi yang menegaskan pemberian hak yang setara bagi perempuan untuk menyuarakan aspirasi mereka sebagai bentuk hak politik yang sah.
Selanjutnya, Sulastin menyatakan dengan tegas target yang sangat penting untuk tahun 2024, yaitu mencapai keterwakilan penuh perempuan di parlemen. Ia berharap perempuan di dunia politik dapat memainkan peran sebagai pengawal dalam setiap diskusi politik dan memiliki kapasitas untuk menjadi filter yang memberikan dampak positif.
Dalam akhir acara Sulastin memberi pesan kepada semua perempuan, mendorong mereka untuk terus mengejar pembelajaran dan meningkatkan wawasan mereka.
“Setelah seminar ini, saya berharap akan terjadi peningkatan peran signifikan perempuan dalam ranah politik. Perempuan memiliki hak penuh untuk berperan dalam arena politik, dan inilah alasan mengapa pendidikan politik bagi perempuan sangat penting, untuk mewujudkan visi Kutai Timur Sejahtera Untuk Semua,” tegasnya.ADV
![]()












