AdvetorialDPRD Kutai Timur

Mulyana Dorong Kolaborasi DPRD–DP3A–LPAI untuk Tekan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kutim

Kutai Timur — Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, Hj. Mulyana, komitmennya untuk memperkuat upaya pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak dari kekerasan melalui kolaborasi lintas instansi. Pernyataan ini disampaikan setelah ia menghadiri kegiatan sosialisasi yang diadakan bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3A) serta Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI).

Hj. Mulyana menekankan bahwa pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat, terutama perempuan. Ia mendorong perempuan untuk menjaga diri serta memberikan kesan positif dan berperan aktif di lingkungan sosial masing-masing.

“Sebagai perempuan, kita harus terlibat langsung dengan memberikan pesan dan kesan yang baik di lingkungan bermasyarakat,” ujarnya.

Data statistik menunjukkan urgensi perlindungan perempuan dan anak. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, tercatat 77 kasus kekerasan terhadap perempuan di Kutai Timur. Sementara di tingkat Provinsi Kalimantan Timur, sebanyak 662 kasus tercatat hingga 30 Juni 2025. Kondisi ini menegaskan perlunya sosialisasi yang masif dan berkesinambungan terkait pencegahan serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual.

“Yang penting ada sosialisasi kepada masyarakat agar mereka mengetahui hak dan kewajiban serta cara melindungi diri,” tegas Hj. Mulyana.

Politisi PAN ini menekankan bahwa kolaborasi antarinstansi menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan. Ia menyatakan kesiapan DPRD untuk bersinergi dengan DP3A dan LPAI dalam memperkuat pendidikan, pendampingan, dan program pemberdayaan perempuan di tingkat masyarakat.

“Yang terpenting, kami berkolaborasi dengan DP3A, dan juga beberapa organisasi lain seperti LPAI. Dengan kolaborasi ini, kegiatan sosialisasi dan upaya pemberdayaan serta perlindungan anak bisa berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata,” tutupnya.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, memperkuat peran perempuan, serta memastikan anak-anak di Kutai Timur terlindungi dari kekerasan, sehingga tercipta lingkungan sosial yang aman dan mendukung pertumbuhan generasi muda yang sehat dan produktif. ADV

Loading

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *