Kutai Timur – Mulyono, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, menegaskan bahwa pelestarian budaya daerah di Kabupaten Kutai Timur tidak hanya dilakukan melalui event besar seperti Pentas Seni Kebudayaan, Kuliner, dan Adat Nusantara, tetapi juga melalui berbagai inisiatif dan dukungan yang lebih sistematis.
“Selain acara besar, kami juga mengadakan berbagai kegiatan spesifik, seperti memberikan bantuan peralatan kesenian dan alat musik kepada kelompok seni yang ada. Ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga dan mengembangkan budaya lokal,” ujar Mulyono.
Selain itu, Disdikbud juga mengadakan pelatihan teknis (bimtek) yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan para pelaku seni dan budaya di daerah. Mulyono menjelaskan bahwa pelatihan teknis ini sangat penting agar seni tradisional dapat berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi.
“Melalui bimtek ini, kami ingin kesenian tradisional bukan hanya dilestarikan, tetapi juga diberdayakan agar dapat bertahan di tengah kemajuan zaman,” jelasnya.
Selain dukungan dan pelatihan, Disdikbud juga memusatkan perhatian pada pemulihan fasilitas budaya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah renovasi Lamin, rumah tradisional Dayak yang berfungsi sebagai pusat pelestarian budaya di Kutai Timur.
“Meski teknologi terus berkembang pesat, penting bagi kita untuk menjaga dan menggali kembali budaya tradisional. Kami berkomitmen agar kebudayaan kita tidak tergerus oleh teknologi,” pungkas Mulyono.
Melalui berbagai program dan kegiatan ini, Disdikbud berharap budaya lokal di Kabupaten Kutai Timur dapat terus berkembang dan menjadi warisan yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.ADV
![]()












