Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan, menyoroti pentingnya akses teknologi dalam dunia pendidikan, terutama di tengah penerapan kurikulum Merdeka Belajar yang mewajibkan penggunaan perangkat teknologi oleh siswa.
“Meningkatnya kualitas pendidikan membutuhkan dukungan infrastruktur teknologi yang memadai, terutama dalam hal akses sinyal internet,” tegas Ridwan.
Menurutnya, tidak semua sekolah di Kutim, terutama di wilayah pelosok dan jauh dari kota, memiliki akses layanan internet yang memadai. Hal ini menjadi hambatan serius dalam implementasi kurikulum Merdeka Belajar.
“Kurangnya akses internet di sekolah-sekolah pelosok akan menghambat proses pembelajaran dan menghambat kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh siswa,” jelas Ridwan.
Ridwan berharap agar pemerintah dan stakeholder terkait dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap penyediaan infrastruktur teknologi, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Dengan demikian, pendidikan di Kutai Timur dapat berkembang sejalan dengan kemajuan teknologi dan memastikan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat,” tandasnya.
Akses teknologi yang memadai merupakan kunci untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Dengan infrastruktur digital yang kokoh, pendidikan di Kutim dapat menjangkau seluruh wilayah, memberikan kesempatan belajar yang sama bagi semua siswa, dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah.
Mari kita bersama-sama mendukung upaya untuk membangun jembatan digital di Kutim dan memastikan bahwa setiap anak di daerah ini memiliki akses yang sama terhadap pendidikan berkualitas.ADV
![]()












