Sangatta – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengumumkan proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur mencapai Rp 9,1 triliun.
Menurut Ardiansyah, anggaran tersebut berasal dari pendapatan transfer, pendapatan asli daerah (PAD), dan sumber pendapatan lainnya.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ardiansyah menyatakan bahwa sebagian besar anggaran tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur.
Bahkan, Ardiansyah berkomitmen untuk mengalokasikan 50 persen dari total anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur, terutama infrastruktur dasar.
“Kami berusaha agar 50 persen dari anggaran dialokasikan untuk infrastruktur,” ungkapnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti jalan, air, kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan masih menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
“Dengan proyeksi fisik daerah yang cukup kuat, pembangunan kebutuhan masyarakat akan dilaksanakan secara bertahap,” lanjutnya.
Dalam konteks pembagian anggaran, termasuk untuk pendidikan, kesehatan, dan pemerintah desa, Ardiansyah menegaskan bahwa tidak ada pengurangan anggaran, hanya saja, pembangunan infrastruktur dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan tergabung dalam alokasi 50 persen untuk infrastruktur tersebut.ADV
![]()












